Friday, 27 November 2015

Boruto - Jiwa Ninja Yang Kekal (7 Sebab Kenapa Boruto Sangat Best!)

ASSALAMUALAIKUM DAN SALAM IMAN!

Dengan keluarnya siri baru Naruto, iaitu Boruto, maka tanpa berlengah masa, sudah tentu saya selaku peminat sejati Naruto bergegas ke panggung wayang terdekat untuk menontonnya. Sebelum itu, kalau sekiranya anda belum tonton Boruto - Naruto The Movie, maka anda perlu berhenti daripada membaca blog ini.

SPOILER ALERT! SPOILER ALERT!
Seriously! Berhenti! Akan ada penuh spoiler!
Okay baiklah. Saya tak bertanggungjawab.
YOUR CHOICE.


Sebelum itu, baca dulu secara ringkas sinopsis Boruto daripada Wikipedia :
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

The film opens with a fierce battle between Sasuke and a yet unnamed adversary in a different dimension, while a mysterious figure observes from above. The attacker's name is later revealed; Kinshiki. The movie then cuts to black.

Many years after the events of the main series, Naruto Uzumaki is the Seventh Hokage of the Hidden Leaf Village, which in this time of peace has grown to become a large city with all of the latest advancements in technology. Naruto is married to Hinata Hyuga and they have two children, Boruto and Himawari Uzumaki. Boruto is a Genin in a team under Konohamaru Sarutobi the third Hokage's grandson, with Sasuke Uchiha and Sakura Haruno's daughter Sarada Uchiha, and a mysterious boy called Mitsuki. Boruto is upset that Naruto focuses more on his Hokage duties than their family. Sarada, who dreams of becoming Hokage, scolds Boruto for not taking his training seriously. Because they are childhood friends and rivals, Boruto feels the need to look good in front of Sarada.

When Boruto learned his father did not keep his promise to come home for Himawari's birthday party, substituting himself with a Shadow Clone instead, the boy defenestrates his father's tattered old orange jumpsuit. The jumpsuit was found by Sasuke on his way to warn Naruto of a powerful enemy he encountered. After Boruto learns about Sasuke from Sarada, he asks Sasuke to train him to become strong enough to beat Naruto. Sasuke agrees on the condition Boruto can perform the Rasengan, having the boy learn it from Konohamaru while he leaves to find and converse with Naruto about a scroll he has obtained, as well as about their childhood days and the Leaf Village's new generation. When Boruto presented his completed but undersized Rasengan sphere to Sasuke, Sasuke honors his promise despite feeling unconvinced, and teaches Boruto the shuriken jutsu to prepare for the upcoming Chunin Exams while telling the boy more about his father, Naruto. In the Chunin Exams, Boruto's team excel in the first two stages thanks to Sarada's Sharingan. However, when Boruto ostensibly defeats Shikamaru Nara and Temari's son Shikadai Nara in the third stage with a multi-shadow clone jutsu, Naruto discovers Boruto had used a device that can store and release jutsu. Thus, he disqualifies his son and declares Shikadai the winner of the match. Outraged, a spat between father and son ensues before two figures made their presence known, one of them Sasuke's attacker: Kinshiki Otsutsuki.

Alongside his partner Momoshiki Otsutsuki, they are revealed to be after the Nine-Tails, Kurama. Momoshiki proceeds to attack the arena while fighting Naruto and Sasuke. Naruto eventually sacrifices himself to protect Sasuke and Boruto, and entrusts Boruto's safety to Sasuke. Sensing that Naruto is still alive but in another dimension, Sasuke allies himself with the remaining Kage - the Fifth Kazekage Gaara, Fifth Raikage Darui, Sixth Mizukage ChojĊĞro, and the Fourth Tsuchikage Kurotsuchi to rescue him. Donning Naruto's jumpsuit from earlier and Sasuke's old forehead protector, Boruto insists on joining them to make amends to his father. They arrive in the other dimension to find Naruto bound by the Otsutsuki duo, and the four Kage engage in battle against Kinshiki. When the Kage fail to subdue him, Naruto and Sasuke fight as well, but Momoshiki eventually turns Kinshiki into a pill and swallows him to increase his strength.

Overpowered by Momoshiki's new strength and left without many options, Naruto lends his chakra to Boruto while Sasuke distracts Momoshiki long enough for Boruto to create a giant Rasengan. Boruto destroys Momoshiki and severely burns his right arm with the attack, ending the threat once and for all. After Boruto reconciles with his father, Boruto resolves to become a ninja like Sasuke, who protects the village from the shadows. Boruto also promises Sarada that he will protect her if she becomes Hokage, eliciting her to blush in a gesture suggesting they have romantic feelings for each other. Konohamaru is chased by a wild panda and Boruto, Sarada, and Mitsuki jump from the Hokage Monument and into mid air, with Boruto creating a Rasengan.

In a post credit scene, during their missions, Boruto, and Sarada ask Mitsuki who his parents are, and he reveals he is the son of Orochimaru (not specifying whether he is the father or mother), surprising both of them. Meanwhile, Orochimaru himself is seen watching over them.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Menarik sekali apabila babak pertama ditunjuk ialah Sasuke sedang berlawan dengan dua villains movie kali ini, iaitu generasi Otsutsuki. Lokasinya terletak di dimensi lain, iaitu Kaguya Castle. Dalam babak ini, Sasuke dilihat masih mempunyai mata Rinnegan, sekaligus memberi klu bahawa sepanjang movie ini, mata itu akan memberi peranan.

Watak Otsutsuki Kinshiki pula, dilihat sangat menyerupai seperti Kaguya, iaitu ibu kepada Sage of Six Paths yang Naruto, Sasuke dan Sakura kalahkan dahulu. Anyway, saya bukan nak buat sinopsis.

Untuk review kali ini, saya akan berikan 7 sebab yang kuat kenapa Boruto ini wajib ditonton, iaitu :

  1. Childhood Boruto Yang Genius, Tidak Seperti Ayahnya
  2. Naruto Parenting
  3. Peranan Rasengan sebagai identiti filem Naruto/Boruto
  4. Persamaan Teknologi Shinobi dan Dunia Kita Sekarang
  5. Tenggelamnya Villains, Hidupnya Boruto
  6. Tool Ninja Sebagai Asas Villains (Kinshiki)
  7. Muzik Yang Agak Berani
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

1. Childhood Boruto Yang Genius, Tidak Seperti Ayah

Manga Naruto terkenal dengan wataknya yang dikira sebagai loser, tiada harapan untuk menang dan paling penting, dianggap sebagai "perosak" lagi "tak berguna." Boruto pula, menariknya, dianggap sebagai ninja yang hebat dan genius. Selaku seorang Genin yang datuknya ialah Yondaime (4th Hokage) dan ayahnya pula Gondaime (5th Hokage), beliau hidup dalam satu bayang yang amat besar.

Expectation rakyat Konoha terhadapnya agak tinggi, dan mereka memanggil sebagainya "Yound Lord." Bagi saya, ini perkara yang menyedihkan, kerana perasaan tinggal dalam bayang orang itu sangat tak best. Namun menarik kali ini, Boruto merupakan shinobi yang genius.

Tidak seperti ayahnya yang genius daripada segi kerja keras, Boruto agak seperti Sasuke, iaitu ninja muda yang genius dalam teknik-tekniknya, malah mampu menggunakan Fuuton pada usia yang amat muda (kelihatan ketika beliau mula belajar Rasengan)

Apabila hidup seseorang itu dalam keadaan yang genius, maka jalan ceritanya akan sangat berlainan dengan mereka yang merasai kesusahan hidup, berada di bawah. Usaha keras itu tidak kelihatan pada mereka yang genius, kerana, well, mereka genius! Teringat ayat Naruto ketika berbual dengan Sasuke,

"He's a lot like you, Sasuke."

Namun, tak dinafikan, Boruto amat mewarisi sifat kebisingan dan ke"idiot"an ayahnya, sehingga Sasuke sendiri meluahkan kata-kata,

"You're a bigger idiot/loser than your father used to be."


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

2. Naruto Parenting

Antara nilai yang baik dapat diperhatikan sepanjang filem ini, ialah sifat teruknya Naruto selaku bergelar seorang ayah. Sibuk sepanjang masa, tiada bersama keluarga ketika memori penting dan bermalam di pejabat, ditonjolkan di awal filem ini.

Awalnya, saya juga berfikiran sebegitu, sehingga lah ke saat Naruto dah terasa teruknya dia sebagai ayah, dia melihat kepada gambar ayahnya (Minato) di dinding bilik Hokage, dan bertanya dalam hati, 

"How should I do it, Dad?"

Ketika ini lah, kita akan mula faham kenapa Naruto seperti itu, apabila imbas kembali zaman hidupnya ketika kecil. Lahir sebagai yatim piatu, Naruto tidak pernah merasai pengalaman "ayah yang baik" atau "ibu yang rajin", atau apa sahaja pengalaman yang kita biasa lalui dalam keluarga.

Tak dinafikan, parenting itu perkara yang besar, menakutkan dan membawa kita ke chapter hidup yang baru. Naruto yang dilihat terlalu fokus pada bidang tugas admin nya, akhirnya merasai sendiri betapa teruknya dia sebagai ayah.

Namun begitu, di pertengahan filem, berlaku perubahan. Naruto benar-benar mula menunjukkan minatnya dan kasih sayang terhadap Boruto secara sembunyi. Email tahniah apabila Boruto berjaya lepas stage 1 Chuunin exam, gembira apabila Boruto masuk stage 2 Chuunin, dan datang berjumpa sendiri dengannya untuk memberi ucapan tahniah.

Pada perspektif Boruto pula, ayahnya dilihat orang sebagai teruk di dunia kerana 3 perkara.
  1. Sibuk memanjang, lupa family
  2. Mengharapkan Kage Bunshin nya dalam banyak perkara (klon)
  3. Manusia yang perlu dikalahkan, walau apa cara sekalipun
Pada saat Boruto berlawan dengan Shikadai, iaitu anak Shikaamaru, Boruto telah hampir kalah. Namun kerana teringat ayahnya yang memberikan sokongan moral, beliau bertindak menipu dalam pertarungan itu, kerana dahagakan "pujian dan perhatian ayahnya."

Begitu lah manusia. Kita mahukan perhatian dan penghargaan, terutama daripada orang yang kita sayang, orang yang kita hargai. Ustaz Nouman Ali Khan pernah menyebut mengenai ini, 
"Sekiranya kita tidak memberikan perhatian kepada anak kita ketika kecil (saat mereka banyak bertanya, meminta pendapat dan sebagainya), jangan terkejut apabila mereka besar nanti, mereka tidak memberi perhatian kepada kita (saat mereka mula ramai kawan, sibuk sekolah/universiti dan sebagainya)"


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

3. Peranan Rasengan Sebagai Identiti Filem

Rasengan merupakan identiti penting dalam Naruto. Teknik yang dicipta oleh Yondaime (hasil inspirasi daripada Bijuu punya teknik), teknik ini diwarisi turun temurun kepada Jiraiya, Naruto dan seterusnya Konohamaru. Penggunaan Rasengan kali ini menjadi simbol penting untuk filem kali ini.

Kenapa?

Kerana, pertama, Rasengan menjadi titik permulaan Boruto benar-benar mahu training, dan bukan lagi main-main. Apabila belajar Rasengan ini menjadi syarat untuk Sasuke terima Boruto sebagai anak murid, Boruto bersungguh-sungguh mempelajari teknik ini. Reason nak belajar dengan Sasuke? Sebab nak kalah kah Naruto (selepas dia dapat tahu yang Sasuke satu-satunya rival yang layak kepada ayahnya, sebab ayahnya kuat sangat)


Kedua, Rasengan Boruto menjadi penyelamat 5 Kage dan Sasuke yang terperangkap dengan teknik bayang Nara, hasil daripada Kinshiki (villain) sendiri. Walaupun pada usia yang muda, Rasengan yang dibuat oleh Boruto menjadi istimewa kerana sudah ada unsur angin (Fuuton) walaupun pada peringkat awal. Oleh itu lah, Rasengannya kecil, boleh dibaling (sebab ada unsur Fuuton) dan hilang selepas itu (unsur Chakra nya lemah), tetapi Fuuton itu tetap sampai.

Ketiga, yang paling penting dan penuh makna, iaitu apabila Naruto berkongsi Chakra nya dengan Boruto untuk kalahkan Kinshiki di akhir filem. Super Oodama Rasengan yang dibuat oleh mereka berdua menjadi sangat awesome apabila dalam filem ini, berlaku flashback/memori sepanjang anime Naruto selama ini. Antaranya ialah, scene Naruto kalahkan Neji (Chuunin Exam), saat Naruto baru belajar Rasengan dengan Jiraiya dan banyak lagi.

Selaku peminat setia Naruto seperti saya, dengan alunan muzik ketika itu yang memberangsangkan, air mata saya mengalir saat ini. Kerana simbolik Rasengan yang sangat kuat itu diketengahkan sebagai fokus utama kali ini.

Boleh dikatakan, Oodama Rasengan yang kalahkan Kinshiki itu menjadi tautan kasih semula antara ayah dan anak, yang sekian lama bergaduh atau silent treatment sesama mereka.

Menarik kan?

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

4. Persamaan Teknologi Shinobi dan Kita


Dalam filem kali ini, digambarkan, teknologi Shinobi ketika itu sudah mula berkembang seperti zaman kita beberapa belas tahun dahulu. Gameboy, televisyen masih lagi peringkat asas. Namun situasi nya amat sama seperti kita sekarang, iaitu kanak-kanak lebih bersifat anti sosial, bermain gadjet masing-masing.

Kedua, saya nak petik kata-kata Naruto pada Sasuke,

"Their clothes always look new."

Ini merujuk kepada kurangnya training shinobi seperti zaman mereka dahulu, dan lebih fokus pada main game masing-masing. Bila dilihat balik, sama macam kita sekarang kan?

Konda Kondi
Galah panjang
Main guli
Gasing

Kanak-kanak sekarang kurang menikmati permainan seperti ini, dan lebih kepada anti-sosial masing-masing. Twitter, Facebook, Vine, Dubmash dan sebagainya, begitu cepat menular dalam kalangan remaja sekarang. Semuanya di hujung jari.

Yang lebih menakutkan lagi, berbeza dengan zaman kita, "kemaluan" kita tidak lah begitu mudah tersebar luas, seperti remaja zaman sekarang. Buat perkara "bodoh" sikit, terus viral seperti api bakar mancis. Kasihan juga, sebab kita semua sedia maklum, zaman remaja ini ialah zaman di mana kita akan banyak buat kesilapan dalam hidup, tetapi yang akan membangunkan jiwa kita di masa hadapan.

Namun yang menjadi trend sekarang, kesilapan ini akhirnya membunuh jiwa remaja itu sendiri, apabila terus terusan diserang dalam media. "What happens on Internet, will stay on Internet."

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

5. Tenggelamnya Villains, Hidupnya Boruto!

Untuk filem kali ini, tidak seperti filem-filem Naruto yang sebelum ini, Kinshiki sebagai villain kali ini tidak terlalu dipamerkan sangat sejarah hidupnya, siapa dia dan sebagainya. Seperti mana Naruto The Last, banyak berkisar juga mengenai siapa Toneri, hidupnya di bulan dan sebagainya.

Fokus kali ini lebih tertumpu kepada Boruto selaku watak utama, dan perkembangan wataknya sepanjang filem ini berlangsung. Tidak seperti sebelum ini, watak villains hanya diberi sedikit sahaja kisahnya dalam sepanjang filem berlangsung.

Senang cerita, peranan musuhnya besar, tetapi tidak diketengahkan sangat kisah mereka.

Teknik ini sangat berkesan dan memang patut dibuat, kerana filem kali ini banyak memfokuskan wataka baru, iaitu Boruto. Tidak seperti sebelum ini, watak Naruto ramai sudah arif mengenai kisahnya. Saya kira, pengarah filem kali ini menjalankan tugas yang sangat baik dalam menyeimbangkan watak baru (Boruto) dan peranannya dalam Naruto universe.

:)

Begitu juga hidup kita. Terlalu fokus pada musuh kita, hanya menyebabkan tenggelamnya kisah kita. Ya, kita tetap perlu acknowledge mereka, tetapi tidak lah sampai tahap dunia ini berpusing mengelilingi mereka (the world revolves around them)

Acknowledging our enemy is important. Acknowledging, not focusing.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

6. Tool Ninja Sebagai Asas Villains (Kinshiki)

Filem ini dimulakan dengan konsep senjata baru, iaitu senjata yang dapat "seal" teknik shinobi lain, dan weaponised sebagai senjata kita sendiri. Contohnya, seseorang itu tidak perlu mempunyai chakra air untuk mampu menyeru air sebagai salah satu tekniknya, asalkan beliau mempunyai skrol tersebut.

Saya memuji konsep yang diketengahkan ini, kerana peranan senjata baru tersebut dijadikan asas kepada abiliti musuh filem kali ini. Kebolehan untuk menyerap teknik shinobi lain dan dijadikan senjata sendiri.

Tak dinafikan, awalnya kecewa apabila Boruto bergantung harap kepada senjata tersebut dan melupakan konsep "usaha keras", seperti ayahnya lalui ketika zaman kecil.

Bila dilihat pada kebanyakan filem di luar sana, banyak yang memilih konsep ini, iaitu memperkenalkan sesuatu sistem asas, yang akhirnya dijadikan essence kepada filem tersebut.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

7. Muzik Yang Agak Berani

Saban tahun, setiap kali munculnya filem baru Naruto, identiti Naruto dengan muziknya itu tetap sama. Malah menjadi brand. Walaupun dalam Naruto The Last, muziknya agak lain, tetapi intipatinya tetap sama. Tetap asas yang sama, tetapi rentak, instrument yang berbeza.

Pemilihan muzik dalam Boruto kali ini, sedikit sebanyak mempamerkan "keberanian" apabila pilihan muzik yang jauh berbeza daripada identiti muzik latar Naruto sebelum ini. Daripada awal, boleh kata muzik yang digunakan, memang lain.

Namun pada pertarungan terakhir, muzik yang digunakan sedikit sebanyak menyerupai kembali identiti Naruto sebelum ini. Sedikit sebanyak, ianya seolah-olah seperti nak tunjuk,

"Filem baru, muzik baru, tiada kaitan dengan filem lama.
Akhirnya, bersatu juga dengan konsep filem lama."



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Akhir kata, saya PUAS dengan Boruto kali ini. Tidak sia-sia menanti lama untuk keluar di pawagam, tidak sia-sia juga menghabiskan sedikit wang untuk menontonnya di pawagam.

SANGAT PUAS!

Jika diminta memberi bintang, saya akan berikan 9/10. Bintang 1 yang hilang itu ialah kerana grafik yang kurang cantik dalam action pertarungan mereka, tetapi difahami, kerana seperti anime, kalau grafik cantik, maksudnya pertarungan itu akan kurang nampak "ummph".

:)

2 comments:

  1. Saya sangat menyukai penulisan anda! Teruskan dengan ibrah-ibrah anime yang lain juga :)

    ReplyDelete
  2. Assalam bro aiman, harap dpt share pasal proses-proses yg bro lalui utk sambung degree di oversea tu , yg melibatkan mara, ucas n lain2.... terima kasih :)

    ReplyDelete

About Me

A few years ago, just like any typical SPM leavers, I jumped into an engineering field, thinking that it would suit me well, as I love Physics so much. However, due to my deep passion and intention to understand human mind and behaviour, I continued my journey into Bsc in Psychology at University of Nottingham. More About Me →

Recent Post

Random Posts