Monday, 25 May 2015

WHY I Changed From Engineering to Psychology

"Eh, Aiman, dulu ko engineering? Kenapa tukar?
"Sekarang ko ambil Psikologi man? Pelik nya. Haha. Jauh sungguh."
Well, apparently a lot of people asked me, why I changed to Psychology, when they found out that I was from Engineering background. What's more interesting is, it was an aviation field! Yes, I have a Diploma in Aeroplane Maintenance. Weird huh?

Insya Allah, post ini akan menceritakan serba sedikit pengalaman saya, WHY I changed from Engineering to Psychology. Perkongsian ini bersifat penceritaan diri sendiri, dan semoga ianya memberi sedikit manfaat kepada sesiapa sahaja yang membaca, to know that never afraid to change, and chase your dream.

(juga supaya bila-bila ada orang tanya pasal ini, saya boleh terus bagi link post ini haha)

Seperti biasa, dalam perkongsian saya, ada beberapa disclaimer yang perlu tahu :
  1. Perkongsian ini hanyalah penceritaan mengenai kisah diri saya, dan tidak melibatkan mana-mana pihak atau keputusan orang lain. Ia hanyalah PENGALAMAN.
  2. Lepas baca, ambil point penting. Grab the value of it. Namun jangan pula jadikan post saya ini sebagai hujah kepada mak ayah anda kalau-kalau tiba-tiba selepas ini nak tukar bidang juga. Alamak nanti ramai la parents call saya, complain sebab pengaruhi fikiran anda mereka -.-'
  3. Post ini bersifat personal, namun saya kongsikan part mana yang saya rasa okay untuk dikongsikan. Insya Allah. Selagi mana ianya boleh dipublickan, dan juga mampu menjadi inspirasi sesiapa sahaja yang membaca insya Allah.
Here goes.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Engineering - How It's All Started

Sejak sekolah rendah, saya minat sangat-sangat minat fizik. Masih ingat lagi dulu abang saya bawa saya ke taman permainan di Bentong, Pahang, zaman darjah 1. Naik jongkang-jongkit, and dia ceritakan pasal konsep fulcrum, effort & load. Serious interesting!

Time sekolah rendah, tak tahu pun fizik itu apa. Just tahu yang diri ini minat certain chapter dalam buku sains, and bila masuk sekolah menengah baru tahu itu ialah Fizik. Haha. Then bila masuk sekolah menengah, Sekolah Tuanku Abdul Rahman (STAR Ipoh), minat mula sangat-sangat berkembang bila dapat cikgu Physics yang amat mantap.

Kalau student STAR, percayalah. Tak sah kalau tak kenal Madam Julie (Zulaifah). Terkenal sungguh dengan istilah beliau, PGEG. "Physics easy." 2 tahun belajar di bawah telunjuk beliau, minat Fizik saya semakin hari semakin mendalam. Seriously! Teramat minat!

I still remember her weekly challenges to me, when she gave me some situation or natural phenomena, or some certain knowledge, then she challenged me to find out more about it, and explained it back to her from Physics' perspective. Some of them were :
  • Kenapa langit merah ketika matahari terbit/terbenam, tetapi biru ketika hari biasa?
  • Kenapa Newton Pendulum will never stop oscillating
  • Mind mapping from Tony Buzan
  • etc
Oh the good old memories... ^_^
Dua orang kaki Physics sejati :D
Teringat macam mana Madam Julie akan soal random principle from Physics Form 4/5 whenever she met someone form her class. And ramai la student yang terserempak dengan dia, akan lari, took the road not taken haha. Seriously! But not me. I'm prepared :D

Saya menjadi terlalu gilakan Physics dan minat sangat-sangat sehinggakan saya sudah tak anggap Physics is part of my curriculum. I learnt it like a passion, and my result for every Physics test, alhamdulillah.. Lowest mark I've ever got is 69%, during my Form 5 mid-year examination. Some other test? Average 80% and above, alhamdulillah.. :)

So now you know how adore I am with Physics ^_^

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Medics? Sorry! Engineering? Oh yes, please!

So what's the point I wrote this old experience? Random? No! The answer is, I want to precisely explain of how passionate I am with Physics, and thus, I fall into the typical minded of secondary school student. Which was?
"Minat Physics, kena ambil Engineering."
So I did. Lepas dapat result SPM, alhamdulillah it was quite good and cukup syarat untuk apply scholarship oversea. Jadi, every SPM-leaver knows about the scholarship of MARA/JPA for oversea degree. You have to choose, either MARA or JPA. So, I chose JPA. Alhamdulillah, I was chosen for the interview.

(saya tak layak untuk apply scholarship lain, sebab result saya cukup-cukup)

Permohonan yang saya buat ialah untuk program Aeronautical Engineering di France. Why? Firstly, because I like engineering. Secondly, because I love airplane. Third, because I learnt French during my time in secondary school. So why not, kan? ;)

Ketika interview, agak sedih sebab tak buat yang terbaik, and dapat interviewer yang skema. Meaning that contohnya time perkenal diri, setiap seorang daripada kami actually diberi list siapa apa yang perlu sebut pasal diri. Then, time disoal pendapat kami mengenai sesuatu, they literally read  question from the script. Phew...

Well, tak mengapa. Kisah lama :)

Nampaknya, bukan rezeki saya. Saya tak terpilih, sebab program yang saya minta itu amat terhad. Tak silap, JPA hanya ambil 27 orang sahaja, pergi masuk kursus belajar bahasa Perancis 3 bulan, kemudian terus fly. Saya difahamkan, yang nama saya tak dipilih, tambah pula persaingan sengit dengan student-student genius. Well, apparently result SPM lebih kepada cukup syarat JPA. 

So, abah saya nak juga saya dapat. Maka, kami buat surat rayuan kepada JPA, untuk dapat juga terpilih ke program tersebut. Dah hantar surat, saya dan ayah saya ke pejabat JPA di Putrajaya, untuk jumpa dengan pegawai tersebut. Ye la. Memang nak sangat dah time tu kan?

Yang kelakarnya, pegawai JPA itu cakap, yang dah penuh kuota dah. Cukup-cukup 27 dah sekarang. So saya tak boleh masuk dah. Sedih sungguh time tu. Kemudian, an interesting thing happened. She asked me that whether I want to continue some other program or not.

Yes. She asked me that. Tahu tak program apa? Medics di Ireland. Cool kan? Dia cakap lagi, yang kalau saya kata YA time itu, memang akan dapat. Dia boleh terus print surat offer time tu juga, sebab memang nak cukupkan orang ke apa dah dia cakap.

Remember when I said that I'm passionate for Physics? Well, if there's such a word as de-passionate, I would say that Biology is my de-passionasation. Yup. Even ketika majlis memohon restu guru seminggu sebelum SPM saya dulu, kami satu batch satu persatu salam dengan cikgu-cikgu, minta maaf and mohon restu. Tahu tak apa saya sebut pada cikgu Biologi saya?
"Ini last dah insya Allah saya dengan Biologi."

Then she added,
"Well kalau macam itu, buatlah yang terbaik."

Sentap. Haha. Cikgu Wan Mahanum. Sampai sekarang saya ingat beliau :) She knows me very well of how uninterested I am with Biology. It's not that I hate Allah's knowledge, but it's about my interest is not something about memorising biological processes, human's parts etc. I just, don't like it. It's not in my DNA maybe.

So, when I was asked whether do I want to continue in Medics for my tertiary education, instantly, without any regards, I said NO. Yup. I said that in front of her. Not shouting, but just the word 'no'. I shook my head, signaling to her of my answer. My father laughed. Haha.

Well, takkan la saya nak terima offer belajar something yang saya tak boleh nak gemar, just for the sake of nak belajar oversea. Kan? Mana boleh macam itu. Doctors are important. How am I able to forgive myself if I become a doctor without passion?

5 tahun medics, tapi jadi doktor seumur hidup, dengan izin Allah. Well? Semata-mata mahu belajar oversea? No Aiman. No. Priority. If I'm not able to continue to oversea in my preferable course, so be it. As long as I will still further my study in that course, no matter where it will be.

So, that's it. Saya tolak medics.

(this is important for you who are reading this. Never give up your dreams. And please, renew your intention. Make sure it's right. If I was to accept the offer just because I want to study oversea, then I'll just being 'zalim' to myself. Yes. 'Zalim'. It's only 5 years of study (yeah, only), but it requires almost RM1.5M for each medical student in UK Eire. And I'll be a doctor for the rest of my life. So, NO. I'm not going to accept the offer just because I want to study oversea. My aim is engineering, not just oversea. Know you dream, mate. Know your dream.)

I don't know the details. Is it A Level? IB? KMB? KMS? I don't know, because I didn't ask. Yup. That's how it was. Lalu, saya pun pulang dengan ayah saya lepas itu. Saya juga tetap tak terpilih untuk program Perancis itu. Tak mengapa.

Saya bersyukur sebab tak terpilih.
At the end of this post, you'll see why :)

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Masuk diploma JE?

Alhamdulillah, saya tetap kejar cita-cita saya, untuk menjadi engineer kapal terbang. So pilihan yang ada? UPU!  Yes. Saya pun apply UPU. Dah tiba masa untuk cakap 'bye-bye' kepada oversea. Oh well, Allah knows best. Kan?

Maka, saya mohon Aeronautical Engineering di Universiti Islam Antarabangsa (UIA). Alhamdulillah. Lulus untuk ke Asasi UIA di Petaling Jaya. Pada masa yang sama, abang saya, bekas pelajar UniKL MFI, dia juga memberitahu pada satu hari,

"Achik. Kato minak kapa teghebe? Acu tengok UniKL MIAT."
(Achik, kata minat kapal terbang? Cuba tengok UniKL MIAT)

Lantas, laju la saya, meng-Google mencari informasi mengenai nya. Lalu, ketika itu la terjumpa website UniKL MIAT, dan terus mohon! Haha. Nampak yang tertarik di hati ketika itu, Diploma in Helicopter Maintenance. Fuh! Dahsyat!

Sementara menunggu kemasukan UIA bulan 4, saya menunggu juga keputusan UniKL MIAT. Ada suatu hari, abah saya pulang daripada kerja dan tanya, kenapa lambat sangat jawapan UniKL MIAT? Dah lama sangat dah rasanya. Dan saya setuju. Lama semacam?

Lalu saya pun melihat website UniKL MIAT, dan membaca jadual kemasukan pelajar. Eh? Dah habis proses interview? Takkan maksudnya saya tak dapat? :(

Bila call pihak admin UniKL MIAT, baru tahu, rupanya nama saya tercicir daripada sistem. Sebabnya, pada awal permohonan saya mohon Foundation in Science & Technology (macam asasi, tapi UniKL punya), kemudian baru saya tukar kepada Diploma in Helicopter Maintenance. Sebab itu lah, nama saya tercicir.

Alamak!

Namun alhamdulillah, rezeki itu, Allah yang bagi kan? Laju sahaja pihak admin UniKL MIAT memberitahu yang nama saya sememangnya terpilih, jadi jemput datang UniKL MIAT Isnin nanti, interview. Saya apa lagi, bersyukur alhamdulillah :)

Saya call itu hari Jumaat. Interview dan IQ test itu hari Isnin seterusnya. Bayangkanlah betapa berlari ke hulu kehilir gopohnya saya untuk preparation haha. Tiba-tiba rajin nak baca blog orang tips interview, IQ test dan sebagainya :D

Sampai la ke saat yang ditunggu-tunggu itu, saya datang untuk interview, satu-satunya pelajar yang ada. Ye lah, dah lewat kan? Maka, berseorangan la saya. IQ Test berseorangan, Interview berseorangan, kemudian dengan disoal pasal kapal terbang, Bernoulli's sebagainya. Alhamdulillah saya boleh jawab dengan lancar, as I said before. I love Physics.

Satu soalan yang saya terima daripada Sir Idris itu ialah, sampai sekarang saya takkan lupa,

"Aiman. Saya tengok result SPM awak begini dan begini,
kenapa tak sambung oversea?"

Haha. Peluh besar di dahi. Dipendekkan cerita, alhamdulillah saya dapat, dan intake pada Julai nanti. Lega! Namun, pada akhirnya, saya berubah keputusan, untuk pilih Aeroplane Maintenance kerana saya kurang berminat dengan helikopter. Sekali lagi, singgah ke pejabat Sir Jaldin, untuk buat permohonan tersebut. Alhamdulillah, dapat tukar. Rezeki :D

Maka, bermulalah pengembaraan saya ke UniKL MIAT! Ya, saya tolak UIA, tak jadi. Buat keputusan itu pada Khamis malam sebelum tidur, sehari sebelum hari pendaftaran asasi UIA pada Jumaat itu.

Ya. Sehari sebelum hari pendaftaran Asasi UIA.
Dahsyat kan? :P

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Yup, I'm An Engineering Student Now~

Maka, bergelar sebagai pelajar UniKL MIAT mulai saat itu. Intake pada pertengahan Julai 2010. Happy nya tak boleh cakap. Masuk kelas AERO2, dan sah la sebagai pelajar Aeroplane Maintenance.

Ada persoalan daripada kawan-kawan juga, kenapa saya memilih untuk masuk Diploma, sedangkan result SPM saya begitu dan begitu. Well, bagi saya, result SPM sekadar pencukup syarat untuk masuk ke universiti. After that? Depends entirely on ourselves, kan? (and Allah of course)

Dipendekkan cerita, pelajaran yang memakan masa 3 tahun, susah untuk saya pendekkan dalam satu perenggan di sini.  Jadi cukup saya fokus beberapa perkara.

Kelab & Persatuan
Saya mula aktif juga dengan kelab-kelab seperti Career & Counselling Club (CCC), AJK Surau Saidina Ali, Kelab Ashab, Jawatankuasa Perwakilan Mahasiswa (JPM) dan sebagainya.

CCC - Kelab daripada unit Kaunseling yang amat aktif di MIAT, banyak terlibat dalam penganjuran program-program ke sekolah, juga lawatan ke tempat/syarikat/kilang yang berkaitan aviation (contohnya ke Flight Simulation Center). Program dalam universiti sendiri pun banyak, contohnya NLP sharing class.

JPM - Lebih kurang macam organisasi perwakilan mahasiswa universiti lain. Student Representative Council, pihak yang terlibat menyampaikan suara mahasiswa kepada universti, dan sebaliknya.
Career & Counselling Club
Melalui CCC, saya menjadi aktif dengan aktiviti yang ada. Antara yang takkan sesekali dilupakan ialah, Aviation Trip ke Bornea dan Aceh. Iaitu program ke sekolah rendah/menengah, untuk mempromosikan ilmu aviation kepada pelajar sekolah. Di Borneo, kami ke Kuching Sarawak. Di Aceh pula, saya tak ingat nama tempatnya.

Aerocarnival UniKL MIAT
Selain Aviator Trip, saya mula banyak terlibat dengan program tahunan UniKL MIAT, terbesar sepanjang tahun, iaitu Aerocarnival! Program 2 hari yang dijalankan setiap tahun, maka 3 tahun la saya join, sepanjang berada di sana. Haha.

Program ini tujuannya ialah untuk mempromosikan aviation kepada masyarakat umum, dan sudah tentunya mengambil masa yang amat lama sebagai persiapan.

  • 2010, saya menjadi Photographer
  • 2011, saya menjadi AJK Sponsorship
  • 2012, alhamdulillah, saya diberi amanah sebagai Head of Competition Unit.

Pengalaman bermakna :)
Aerocarnival 2012. Cuba cari mana saya?
NLP Sharing Class
Pada awal saya masuk ke UniKL MIAT, saya juga mula aktif sebagai peserta dalam kelas NLP Sharing Session bersama Kak Yana. Seorang NLP Practitioner, dan juga kaunselor UniKL MIAT. Setahun program itu berlangsung, dibuat secara mingguan. Dan juga at the end of the session semester, mesti akan ada NLP Outing Day.
NLP Outing Day, Taman Botani Putrajaya :D
Seronok! I learnt a lot about NLP for the whole year, even I was selected the become the Co-Facilitator of that class, for the next semester. Alhamdulillah. NLP changed my life, and at the end of this post, you'll see that NLP still keep changing my life ^_^

Malahan, melalui program sebegini, saya terinspirasi untuk buat perkara yang sama, memandangkan saya ada join aktif dengan seminar Productive Muslim Malaysia. Mereka dah 2 kali datang ke Malaysia, dan dua-dua saya join.
Sejak balik daripada program tersebut, saya jadi eager nak kongsikan pada orang lain, dan dengan melihat NLP Sharing Class itu sebagai benchmark lah saya turut buat perkara yang sama, iaitu Productive Muslim sharing class.

Maka, terhasil lah, kelas sharing Productive Muslim, hampir setahun, mingguan :)
Ada yang tiada dalam gambar. Total biasanya tak sampai 20 pun.
Tetapi saya happy. Sebab mereka commited every week :')

Diploma in Aeroplane Maintenance
Daripada segi akademik pula, alhamdulillah semuanya okay. Walaupun ada juga kadang-kadang paper dapat C (Mandarin dengan Fong), namun alhamdulillah. Still passed dan tamat juga diploma tersebut. Saya sebenarnya sangat suka belajar di UniKL MIAT. Macam-macam saya belajar, daripada segi akademik, juga daripada segi kokurikulum itu sendiri!
2 tahun setengah bersama mereka, satu kelas.
Bersemangat dengan LAE
Bagi pelajar-pelajar Aviation, bukan perkara asing lagi bagi mereka mengenai LAE, iaitu Licensed Aircraft Engineering. Lesen yang diperlukan dalam proses untuk bekerja dalam dunia aviation ini. Proses mendapatkan lesen ini satu perkara yang amat susah, namun bukan mustahil.

Saya kenal terlalu ramai senior yang give up, dan akhirnya masuk ke bidang yang berdekatan, seperti Oil & Gas, Mechanical, Chemical dan sebagainya. Macam-macam. Saya? Sangat bersemangat untuk mendapatkan lesen saya juga! Planning cantik, malahan siap ada buat talk lagi, untuk ceritakan kepada junior, macam mana cara nak buat. LAE for Dummies la lebih kurang ;)

Siap ada buat EBook lagi, guideline kepada mereka, macam mana nak buat. Dahsyat kan? Punya la bersemangat berkobar-kobar, berapi-api untuk dapatkan nya. Malahan, siapa ada planning saya sendiri untuk dapatkannya, seperti gambar di bawah. Well, planning je lah. Krik krik krik.
Sekiranya anda yang membaca post ini ialah pelajar UniKL MIAT, ignore gambar plan ini. Ini sudah tidak valid, kerana MARA sudah keluar surat sah bahawa mereka tidak lagi akan sponsor EASA ke luar negara. Hanya boleh sambung EASA di UniKL MIAT itu sendiri. Keputusan muktamad MARA bermula Januari 2013
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Bye-Bye Engineering? Where It All Started..

On-Job Training - Police Air Wing
Seperti biasa, pada penghujung pengajian, 6 bulan terakhir, pelajar-pelajar perlu menjalani praktikal training, attachment atau On-Job Training (OJT) dengan syarikat di luar sana. Ketika ini, saya memilih untuk ke Police Air Wing, Sungai Besi. Sama tempat juga dengan best friend saya, Saffuan Aroff. Yang kelakarnya, saya bersemangat betul nak sambung sini. Siap join lawatan kelas ke situ, untuk survey.

Namun ditakdirkan Allah, minat saya 'lari' ketika berada di sana. Awal-awal, saya amat-amat bersemangat untuk kerja, repair kapal terbang, basuh kapal terbang, helikopter dan sebagainya. Pada 2 bulan pertama okay. Selepas itu? Jiwa saya lari -.-'

Bak kata sahabat saya,
"Aiman pusing skru enjin kapal terbang, tanpa roh."

Ingat tak saya ceritakan yang saya ada buat kelas sharing Productive Muslim secara mingguan? Well, pada Februari 2013, saya mula drastically mencabar diri saya, dengan membuat program besar terus. Ya. Buka kepada umum, iaitu Seminar Productive Muslim Malaysia.
Saya menjadi Director, juga Speaker untuk seminar tersebut. Semangat? Yes. Takut? Yes juga. Pertama kali bercakap dan handle program 9 pagi hingga 5 petang. Namun, ianya pengalaman yang tidak menghampakan! Masya Allah!
Bersama team saya yang hebat masya Allah!
Daripada program ini juga la, detik bersejarah dalam hidup saya. Ya! Bersejarah! Kerana apa? Kerana bermula pada saat itu lah, saya membuat keputusan muktamad untuk KELUAR.

Ya. KELUAR. Saya mahu lari daripada engineering.
Ya. SAYA MAHU LARI! KELUAR dan LARI!

Setelah beristikharah sebaiknya, sedalam-dalamnya, saya tetap dengan keputusan saya. Saya lebih berminat untuk menjadi seorang Trainer/Speaker atau apa sahaja term yang ada di luar sana (sekarang decide nak jadi PLF. What's PLF? That's an entirely different story. Some other time/post insya Allah)

Sepanjang saya beristikharah itu, hidup saya selama ini seperti rewind balik dalam minda saya. Bermula daripada saya masuk ke STAR, minat Fizik, kemudian masuk Engineering sebab minat Fizik. Apabila masuk ke UniKL MIAT, baru lah saya mula terasah minat tersembunyi dalam bab bercakap ini. Ya, minat itu sudah ada, cuma tinggal untuk diasah sahaja. Ditabur benih dan disiram air.

Remember that how I actively participated with the Aerocarnival? Aviator Trip?
NLP Weekly Sharing class? Productive Muslim Weekly Sharing class?
Heck, even my team and I organised our own seminar!

For all these time, rupanya cantik Allah aturkan perancangannya untuk saya. Ada hikmah kenapa saya masuk UniKL MIAT, tak dapat ke Perancis Engineering, dan sebagainya. Allah.

He always know what's best for us, and He gives us the thing that we need, not just what we want.

Saya bukan membuat keputusan secara mendadak, juga bukanlah membuat keputusan dengan semborono. Sudah tentu, saya memikirkan A-Z, masak-masak, sedalam-dalamnya, dan akhirnya saya mendapat jawapan tersebut, setelah beristikharah dan beristisyarah.
  1. Sebenarnya saya minat Fizik sebagai belajar, timba ilmu, membaca, teori dan sebagainya. Bukan minat untuk dijadikan sebagai pekerjaan. More like hobby.
  2. Sebagai Aeoplane Maintenance, ianya sangat kurang menggunakan Fizik, kerana lebih kepada maintenance. Pendek kata, konsep seperti pomen kereta, tetapi ini kapal terbang. Lebih kompleks, lebih perlukan latihan dan sudah semestinya, lebih susah.
  3. Saya dah terlibat dengan pengendalian program-program ini sudah lama. Sejak semester 1 di UniKL MIAT, tahun 2010. Malahan, minat itu semakin lama semakin mendalam, dan terpancar jelas sepanjang 3 tahun saya di UniKL MIAT.
  4. Selama ini, saya bersemangat ceritakan pasal planning nak dapatkan lesen kan? Yang Road to LAE itu. Rupanya, yang bersemangat sangat itu, ialah proses BERCERITA mengenai nya, bukan lah the topic itself. Saya suka BERCAKAP di hadapan itu, menceritakan planning itu.
  5. Saya juga ada luahkan hasrat saya pada ummi dan abah mengenai saya nak tukar course. Ayah saya okay, sebab dia kata 'dah agak'. Tetapi mak saya kurang setuju, sebab dia nak juga tengok anak dia jadi Engineer Kapal Terbang. Allah :( Namun akhirnya, dia setuju juga, but masih tak terima lagi keputusan saya. Merelakan tanpa sepenuh hati.... :(
Jadi akhirnya, keputusan dah dibuat. Bye, bye, engineering.

And hello dunia training :)
(sekarang saya prefer istilah Learning, but that's a different topic)

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Bye-Bye Engineering. OK, so, what now?

Membuat keputusan untuk keluar Engineering itu sudah. Jadi apa yang saya perlu buat sekarang? Maka di sini lah, tajuk post ini memainkan peranan. Nama post ini,
WHY I Changed From Engineering to Psychology

Oleh itu, seksyen ini la yang paling penting, fokus asal dan tunjang kepada post ini. Iaitu, kenapa saya memilih Psikologi? Well, saya pendekkan cerita, sebab nak save sikit dalam entri seterusnya, iaitu the technicality process of it,
HOW I Changed From Engineering To Psychology.
Dalam erti kata lain, saya akan buat post yang lain pula, untuk ceritakan BAGAIMANA saya bertukar kepada Psikologi. Sponsor mana? Universiti apa? Jumpa siapa? etc..

Selepas saya graduate daripada UniKL MIAT (ya, saya habiskan, bukannya berhenti di tengah jalan, that's the most important thing about it. I FINISHED IT), saya terpilih untuk program SPC daripada MARA (nama lama), iaitu offer untuk sambung degree ke luar negara, dalam apa jua bidang yang saya mahu, asalkan menepati syarat-syarat MARA. (akan dishare dalam post lain)

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Well, Hello Psychology!

Pada awalnya, saya berhasrat untuk menyambung dalam BA, iaitu Business Adminsitration di UK, degree. Sebabnya? Memikirkan saya nak buka syarikat saya pada suatu hari nanti dalam bidang training ini, dan saya perlukan sesuatu.

Namun pada interview bersama pihak UniKL MIAT untuk dihantar nama ke MARA, mengubah segalanya. Interviewers itu melihat resume saya, dan mereka bertanya, kenapa nak buat BA? Sedangkan sini buat engineering. Well, so saya explain la secara ringkas, iaitu fokus pada MINAT.

(nanti boleh la saya bagi link post ini kepada mereka :D )

Mereka kurang setuju, sebab takut MARA tak nak hantar, tambahan pula jurusan itu 'biasa' sangat. Amboi.. Namun ada benarnya juga kata mereka. Lalu Prof Abu (salah seorang interviewer itu) mencadangkan kepada saya,

"Saya nampak program-program yang awak join ini, banyak betul melibatkan dengan Kak Yana dan Kak Ziha (kaunselor UniKL MIAT). Pendek kata, banyak bersifat Psikologi. Tak nak sambung Psikologi ke? Ni ha, ada NLP etc."

His question, made me wonder. Hmm. Betul juga? Psychology is interesting though. It's what I love for all this time, but never thought to give my commitment to it through academical background. Well, worth thinking, isn't it?

Lalu, selepas habis interview, saya pun memikirkan mengenai ini. Saya bertanya pendapat Kak Yana dan Kak Ziha. Kedua-duanya kaunselor UniKL MIAT. Mereka tak boleh bagi cadangan atau sebagainya, sebab prinsip kaunselor, tidak boleh memberi 'suggestion' kepada klien. Hanya boleh membuatkan saya sendiri berfikir segalanya.

Well, akhirnya, saya membuat keputusan.

Psychology it is !

Yup. Maka itu la sejarah hidup saya yang agak besar bagi saya, iaitu pertukaran dunia yang ternyata amat berbeza. Daripada zaman sekolah sehingga sekarang, memang fokus nak buat Engineering sebab minat Physics.

Masuk Diploma dah pun.

Graduate dah pun.

Haha!

Namun perancangan Allah itu cantik. Akhirnya I end up in Psychology anyway :) Well, to be honest, sebenarnya saya pernah nak sambung dalam Psikologi selepas SPM, tetapi abah saya tak bagi. Katanya, belajar Psikologi, tak ada peluang kerja nanti.

But alhamdulillah, untuk kali ini, beliau terima :)

And thank you JPA, for rejecting me from going to France,
from doing Aeronautical Engineering.
This is not a sarcastic message, this is an honest one.

Thank you, JPA :')

Proses-proses saya selepas itu, bersifat teknikal dan amat PENTING, iaitu :
  1. Saya mohon UPU juga, untuk degree Psikologi di IPTA Malaysia
  2. Saya mohon UCAS, iaitu sistem untuk sambung Degree ke UK Ireland (macam UPU kita)
  3. Pengalaman saya dengan MARA, untuk yakinkan mengenai pertukaran bidang saya, sehingga saya menghantar proposal perjalanan hidup kepada mereka, untuk buktikan. Dahsyat haha.
  4. Bagaimana UPU menolak semua 4 universiti permohonan saya, tetapi UK terima 4 daripada 5 saya. Well well well. Funny.
  5. Macam mana saya 'ditolak' MARA pada awalnya, namun akhirnya diterima juga, alhamdulillah :)
  6. Apa proses yang saya buat untuk tukar course, sponsor mana, universiti mana, etc.
Insya Allah, akan dikongsikan post seterusnya, iaitu,
HOW I Changed From Engineering To Psychology
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 

Kesimpulan? Take Home Message?

Alhamdulillah, akhirnya habis juga perkongsian kisah perjalanan hidup saya yang mungkin tak seberapa bagi orang lain, namun ianya perkara yang amat besar bagi saya. Ya. Sangat BESAR!

Sebelum saya menutup artikel ini, maka sangat patut la saya untuk kaitkan sedikit kisah panjang ini, dan kenapa pentingnya perkongsian kali ini. Pendek kata, mari saya 'debrief' anda. Takkan lah semata-mata tulis kosong. Kan?

Anda yang sedang membaca ini. Ya. Anda. Saya ada beberapa perkara nak sampaikan pada anda, selaku pembaca post ini. Ingatlah,

Jangan takut untuk BERKATA SESUATU.
Sekiranya anda ada sesuatu yang disimpan dalam hati, jangan takut untuk pertahankan pendapat dan pandangan anda. Asalkan ianya perkara benar.

Berani untuk BERTINDAK. 
Be brave to protect your action, as long as your action is halal and does not go against the Quran and Sunnah. Be brave to chase your dream! Ignore the hateful comments, something go against you. If you want to listen, then it's okay. Just listen. Take it as a challenge, a milestone for you.

Jangan takut dengan PERUBAHAN dalam hidup.
Jangan takut untuk keluar daripada zon selesa. Have faith. If Allah can bring you to it, then He will bring you through it. Be prepared to adapt to changes in your life.

Berani untuk bermimpi, dan KEJAR mimpi itu!
Tidak salah untuk bermimpi, mempunyai cita-cita dan passion tersendiri. Yang menjadi salah ialah apabila hanya tersemat di hati tanpa terluah melalui tindakan dan perasaan. remember, chasing your dreams or passions does not necessarily means that you need to aim for it OFFICIALLY (academical route). It could be just a hobby, too! :)

Bersedia dengan PERUBAHAN.
kalau kita ada merancang sesuatu, then be prepare, sekiranya perancangan Allah berlainan sedikit daripada kita. Malah berlainan banyak pun tak mengapa. Allah tahu yang terbaik. Seandainya kita terlepas sesuatu, atau tidak diterima dalam sesuatu, be cool. Relax, adapt to it, prepare for the next challenge.

Just remember that, there's always a reason for something.

Saya tahu saya bukan manusia terbaik untuk menceritakan semua ini, namun saya ceritakan sekadar sedikit perkongsian daripada pengalaman saya sendiri. Saya juga bersedih ketika awal-awal dulu, tak dapat sambung Engineering ke Perancis. But look at me now? Saya bahagia. Saya tak mampu nak bayangkan kalau betul saya dah ke sana, dan akhirnya in the end, saya tak nak sambung engineering. Lagi dahsyat barangkali.

Bersedih, yes. Merajuk, masuk UniKL MIAT. I admit, awal-awal dulu, saya sedih sangat-sangat tak dapat sambung ke France, untuk Aeronautical Engineering itu. Boleh kata, itu mimpi tertinggi la rasanya ketika itu. Rasa macam dunia dah berakhir bila tak dapat. :(

Well, sometimes we too focused on the closed door, we tends to miss another door is already opened for us.

But in the end, rupanya Allah nak temukan saya sesuatu yang lebih bernilai, iaitu mengenali diri saya sendiri, dan mengenali potensi diri saya sendiri.

Perancangan Allah itu, cantik kan? :')

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci.
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." 
Al Baqarah: 216

:')

Kesimpulannya, saya doakan pada sesiapa sahaja yang membaca post saya ini, semoga urusan sentiasa dipermudahkan Allah, diberi keberkatannya dan dalam kecintaan Rasulullah.

Never afraid to changes,
be brave to chase your dreams!

Have faith :)

Regards,

Aiman Amri,
Diploma in Aeroplane Maintenance
UniKL MIAT

Bsc in Psychology
University of Nottingham

16 comments:

  1. You are inspiring habibi.. your life's story just like me

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you for reading it ^_^
      Yup, everybody have their own story :D

      Delete
  2. salam. nk tnye yer..awk smbng degree on the same year awk habis diploma atau awk kene tnggu tahun hadapan to continue your studies in oversea?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wasalam. Same year. Saya graduate diploma Julai 2013. Sambung terus degree September 2013.

      Delete
  3. salam nak tanya.. boleh ea sambung kos lain masa degree but then masa diploma kos lain? contoh mcm bro aiman. masa diploma amik in Aeroplane Maintenance and masa degree amik Bsc in Psychology.. boleh ea?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wasalam. Ya boleh. Saya sekarang ini, tengah buat degree Psychology lah. Dah ada contoh depan mata :)

      Delete
  4. Assalamualaikum,
    1)Apakah requirement atau syarat2 utk apply spc lepasan diploma? (Cgpa dll)
    2)Adakah penglibatan koku seperti CCC memainkan peranan dalam proses application SPC tersebut?
    terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumussalam.

      1. Insya Allah akan dikongsikan dalam next post. Sementara itu saya bagi simplify. Mesti dibawah UniKL atau KKTM Mara, CGPA 3.5 ke atas (kecuali UniKL MIAT, mesti 3.85 ke atas). Mesti masuk ke degree ke 2nd year terus (transfer credit), and total pelajaran mesti tak lebih 3 tahun. Universiti yang dipilih mesti top 50 di negara tersebut.

      2. Ya, sangat membantu, especially bagi menunjukkan yang kita mampu bekerja, bukan semata-mata belajar di kelas sahaja. Dan resume pun lebih cantik dengan adanya pengalaman-pengalaman seperti itu.

      SPC bukan apply, tapi ditawarkan kepada pelajar tu sendiri, lebih kurang, selected people.

      Semoga membantu :)

      Delete
  5. Sambung kisah journey doing Psychology please... hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah dikongsikan bersama, slow-slow. Sekarang musim exam, so nak fokus exam dulu. Insya Allah dalam planning dah nak tulis mengenai itu.

      Delete
  6. I'm inspired, really. Thank you for writing this and inspired those who read it. I'm curious and have been wanting to know about your story since the first time I've heard about you changing your course drastically. And you are able to make it this far!

    All the best in your final year Aiman and may Allah ease your affairs. Amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you, anonymous! I hope that in any program that we met before, I did bring some good thing to you, as I know, I surely did learn something for you :)

      Thank you for the dua. To you too! ^_^

      Delete
  7. Hi aiman... such an inspiring journey you have there.. how i wish i can be like you.. during my school time, i dont know exactly what am i supposed to be.. very active in co curricular activities.. track and field, debate, forum and more.. after form 5, dont know which field should i enter.. hence i chose matriculation.. well i was put in physic class... kinda love it at first but still dont know what should i continue to study after graduating... so my sister apply SPA for me... a very promising route.. having job after graduating.. well here i am now diploma in physiotherapy.. something that i ve never imagine of, working in hospital.. im working now but still questioning myself what should i study for degree.. oh.. by the way, i didnt mention that how i enjoy myself during diploma but not after working.. as for now, i canf even find any interesting part of my life... i cant even live in my own life... fuhh.. still struggling though thinking on what should i study for degree... so aiman, do have any link or articles that i should read or maybe you can give interesting thought regarding my problem?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi. Firstly, thank you for being able to tell me your life story in here. Not many people can do that :)

      For me, I always ask myself first, what do I really want? And the same goes for you. What do you love to do? What makes you passionate? Eager to do it even without payment, just for the sake of satisfaction? When you find that, you'll be okay for the rest.

      Have you ever make a psychometric test? It can help you to show what you really good at, and to which area of expertise you are.

      :)

      Hope this helps! You can always contact me thru m.aimanamri@gmail.com if I'm late to reply here :)

      Delete
  8. Aiman Danial Syafiq16 December 2015 at 19:47

    Hi, saya seorang unikl miat student(sem 2) diploma avio baru je masuk dan saya ada soalan. Saya nak blajar di university of nottingham mcm aiman tetapi dlm bidang aerospace engineering, saya tak dapat mara utk diploma ini so saya bayar sendiri(dia org kata slip gaji ayah kamu dah terlebih limit dia) anyways back to soalan saya, 1.MACAM mana nak apply utk study oversea mcm aiman?2.Apa patut saya buat selepas diploma ni utk blajar di oversea(mohon dari mara,or etc)? 3.Dan kalau saya tak dapat mara utk diploma ni maksud saya tak boleh mintak study degree oversea ke? 4.Apa cgpa yg saya patut maintain utk sem2 yg akan dtg, sem1 saya dpt 3.82.sem2 dua akan dtg.
    Btw. dan saya ada O-level bukan spm sebab saya sebelum ni duduk di saudi arabia ayah saya kerja sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wasalam. Terima kasih kerana bertanya :)

      1. Kat Nottingham ni tak ada Aerospace engineering ye :D

      2. MARA yang time belajar diploma tu lain, MARA yang dapat untuk oversea ini lain pula. Dua skim pinjaman yang berlainan. :D

      3. Apply oversea, melalui UCAS. Itu semua orang boleh reply saja sendiri. Apply MARA untuk sambung ke sana, itu yang menjadi cabaran.

      4. Saya sambung ke sini atas Skim Diploma Cemerlang, iaitu untuk pelajar UniKL yang dapat 3.5 ke atas CGPA (kat MIAT, 3.85 ke atas), but dengarnya skim tu dah tak ada. Hanya tinggal MARA untuk sambun lepas SPM tu, dan juga MARA ke Master/PhD. Itu sahaja yang ada.

      O-Level ke SPM, tak kisah. Itu cerita yang dah lepas. Sama je valid nya :)

      Delete

About Me

A few years ago, just like any typical SPM leavers, I jumped into an engineering field, thinking that it would suit me well, as I love Physics so much. However, due to my deep passion and intention to understand human mind and behaviour, I continued my journey into Bsc in Psychology at University of Nottingham. More About Me →

Recent Post

Random Posts